Thursday, March 26, 2015

BOILLING WATER PROCCESS (K2513024)




                              Frandhoni Utomo                                          

Prinsip kerja Boiler atau ketel uap itu menganut dasar dari mesin carnot yang menggunakan rankin cyrcle. Dimana air dipompa dari penampungan luar / reservoir, bisa sungai atau waduk yang dialirkan masuk ke economizer melalui pipa, di dalam economizer air dipanaskan dengan kalor sisa pembakaran dari superheater yang akan dibuang ke atmosphere melalui cerobong, jadi panas sisa pembakaran masih dapat digunakan sebelum dibuang. Kemudian air dari economizer dialirkan ke steam drum yang menampung air yang bercampur uap basah. Di dalam steam drum air dipanaskan oleh burner hingga mencapai titik didih air dengan temperatur konstan, Yang kemudian menjadi uap / steam, namun masih dalam keadaan uap basah / wet vapor. Steam hasil pembakaran dari steam drum dialirkan ke superheater yang akan ditingkatkan suhunya hingga menjadi superheated vapor , tidak cukup sampai disitu, uap dari superheater masuk ke desuperheater yang berfungsi untuk menyesuaikan suhu sesuai dengan karakteristik temperatur yang dapat diterima oleh turbin. Superheated vapor memutar turbin hingga didapatkan listrik melalui putaran dinamo yang disambungkan dengan turbin. Di dalam turbin, steam dipisahkan / separated antara steam dengan air. Kemudian air disirkulasikan lagi ke reservoir yang akan digunakan kembali. Nah itulah yang dimaksud dengan rankin cyrcle.
         Perpindahan panas dari api (flue gas) ke air di dalam pipa-pipa boiler terjadi secara radiasi, konveksi dan konduksi. Akibat pemanasan selain temperatur naik hingga mendidih juga terjadi sirkulasi air secara alami, yakni dari steam drum turun melalui down comer ke header bawah dan naik kembali ke drum melalui pipa-pipa riser. Adanya sirkulasi ini sangat diperlukan agar terjadi pendinginan terhadap pipa-pipa pemanas dan mempercepat proses perpindahan panas. Kecepatan sirkulasi akan berpengaruh terhadap produksi uap dan kenaikan tekanan serta temperaturnya.




No comments:

Post a Comment