Thursday, March 26, 2015

PROPERTIES OF WATER AND STEAM (K2512023)

BASTI WAHYU KRISTANTO


       Pengertian Air
Air merupakan suatu cairan yang tidak mempunyai warna dan tidak berasa serta tidak berbau yang sering kita temui atau jumpai sehari-hari dilingkungan kita berada. Air begitu penting untuk digunakan dalam kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan yang secara kimiawi mengandung hidrogen dan oksigen. Dan perlu diketahui apabila mendapat atau menjumpai air yang berbau atau berwarna maka kemungkinan air itu telah bercampur dengan zat lain. Sedangkan
Senyawa kimia merupakan zat kimia yang murni terdiri atas dua atau beberapa unsur  yang dapat terpecah lagi menjadi unsur-unsur pembentuknya dengan reaksi kimia tersebut, sebagai contoh: Dihidrogen monoksida (air, H2O) adalah sebuah senyawa yang terdiri dari dua atom hidrogen untuk setiap atom oksigen.
Air satu-satunya unsur yang memiliki 3 fase sekaligus yaitu padat, cair, gas. Ikatan hidrogen menyebabkan diperlukan sejumlah energi untuk merubah air dari fase padat menjadi cair dan gas. Ikatan hidrogen menyebakan sejumlah energi untuk merubah fase air menjadi padat, gas, cair.  Ikatan hidrogen ini menyebabkan air meleleh pada temperatur 4oC dan mendidih pada temperatur 100oC.  Sedangkan jika air tanpa ikatan hidrogen air akan mendidih pada temperatur -68oC serta membeku pada temperatur -90oC.
Berikut adalah tetapan fisik air pada temperatur tertentu:


0o
20o
50o
100o
Massa Jenis (g/cm3)
0.99987
0.99823
0.9981
0.9584
Panas Jenis (kal/g•oC)
1.0074
0.9988
0.9985
1.0069
Kalor Uap (kal/g)
597.3
586.0
569.0
539.0
Konduktivitas Termal(kal/cm•s•oC)
1.39 × 10−3
1.40 × 10−3
1.52 × 10−3
1.63 × 10−3
Tegangan Permukaan(dyne/cm)
75.64
72.75
67.91
58.80
Laju viskositas (g/cm•s)
178.34 × 10−4
100.9 × 10−4
54.9 × 10−4
28.4 × 10−4
87.825
80.8
69.725
55.355

      Sifat-sifat Air
1.      Air Menempati Ruang
Air mempunyai sifat menempati ruang, contohnya air yang dituangkan pada gelas maka air itu akan menempati ruang dalam gelas, begitu juga air yang dituangkan kedalam botol maka air akan menempati ruangan dari botol.
2.      Air Mempunyai Berat
Air memiliki berat, contohnya apabila sebuah ember yang kosong diisi air hingga penuh maka, apabila ember tersebut diangkat akan terasa berat.
3.      Permukaan Air Yang Tenang Selalu Datar
Air tenang memiliki sifat permukaannya selalu datar, contohnya air didalam gentong, gelas atau benda yang lain apabila diamati permukaan air itu akan selalu datar. Kesimpulannya permukaan air yang tenang maka akan selalu datar. Sifat permukaan air yang selalu datar digunakan oleh tukang bangunan sebagai dasar pengukuran pemasangan ubin atau tembok batu bata supaya tidak miring.
4.      Air Mengalir Dari Tempat Tinggi Ke Tempat Yang Lebih Rendah
Air mempuyai sifat mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. contohnya air sungai, air sungai mengalir dari pegunungan atau mata air di tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Kesimpulan Air yang dituangkan pada permukaan papan akan bergerak ke bawah menuju tanah, karena air memiliki sifat mengalir daritempat yang tinggi ke tempat yang rendah.
5.      Air Melarutkan Beberapa Zat
Air mempunyai sifat dapat melarutkan beberapa zat. contohnya gula yang dimasukan ke dalam air lalu diaduk-aduk maka butiran gula akan hilang, hilangnya butiran gula tersebut karena larut dalam air. Kesimpulan gula yang ada didalam air akan hilang karena air memiliki sifat dapat melarutkan beberapa zat.
6.      Air Menekan Ke Segala Arah
Air memiliki sifat menekan kesegala arah. contohnya apabila kantong plastik diisi air lalu kantong plastik tersebut ditusuk jarum maka air akan keluar. keluarnya air itu karena air memiliki sifat menekan ke segala arah.
7.      Air Meresap Melalui Celah Kecil
Air memiliki sifat meresap ke celah-celah kecil. contohnya air hujan yang turun dari langit ke permukaan tanah akan menggenangi permukaan tanah tersebut tetapi lama-kelamaan air tersebut akan habis karena air itu meresap melalui celah-celah kecil tanah.
8.      Air Dapat Berubah Wujud
Air memiliki sifat dapat berubah wujud. contohnya dalam pembuatan es batu, air yang dibungkus kantong plastik lalu di masukan kedalam kullkas atau pendingin maka air tersebut lama kelamaan akan berubah wujud dari cair menjadi padat.

      Pengertian Uap
Uap adalah titik-titik dari benda cair (contohnya air) di udara (kabut) yang terkondensasi. Sedangkan Uap air adalah gas yang terjadi dari proses pemanasan air (H2O) menjadi Uap air, terpisahnya Hidrogen (H) dan Oksigen (O) pada ikatan molekul air, uap air mempunyai potensi kekuatan yang luar biasa yang bisa digunakan untuk menggerakkan turbin listrik PLTU, kereta uap, atau mesin uap. Uap air di alam bisa berupa awan atau kabut.

Proses Uap Air

Uap Air tidak mengikuti hukum-hukum gas sempurna, sampai dia benar-benar kering (kadar uap 100%). Bila uap kering dipanaskan lebih lanjut maka akan menjadi uap air panas (panas lanjut) dan selanjutnya dapat dianggap sebagai gas sempurna.
Proses terjadinya uap panas dapat dijelskan, misalnya Kita ambil 1 kg es pada temperatur 20°C, kemudian kita panaskan di bawah tekanan standar. Dapat dicatat bahwa temperatur es akan mulai naik sampai mendekati 0°C.Sesudah itu akan terlihat dua macam fasa yang bercampur yaitu fasa padat (es) dan fasa cair (air),  tidak ada kenaikan temperatur pada fasa campuran ini hingga seluruh es mencair (terbentuk air).
Energi panas yang diberikan selama proses transformasi, yang berlangsung tanpa kenaikan suhu disebut panas lebur, besarnya 80 kKal/kg. Titik 0°C disebut titik lebur (titik beku) es. Bila pemanasan diteruskan terhadap 1 kg air pada 0°C  maka temperatur air akan naik sampai 100°C di bawah tekanan standar. Bila proses pemanasan dilanjutkan maka akan menjadi bawah tekanan standar, dan terlihat bahwa temperatur tidak akan berubah. Akhir dari proses ini adalah akan terbentuknya uap air secara menyeluruh (disebut air mendidih). Ditandai oleh suhu 100°C dan tekanan standar 1 atm. Angka 100 disebut titik didih air dibawah tekanan 1 atm (1,033 kg/cm²).



No comments:

Post a Comment